Bertumbuh Itu Tidak Selalu Cepat, dan Itu Wajar | Rosnia Jeh
Ada masa dalam hidup ketika kita merasa tertinggal. Bukan karena tidak bergerak sama sekali, tetapi karena langkah kita terasa lebih lambat dibanding orang lain. Di usia tertentu, di fase tertentu, kita mulai bertanya dalam hati: “Kenapa aku belum sampai di mana orang lain sudah berada?”
Pertanyaan itu sering muncul diam-diam, biasanya saat malam hari, ketika keramaian sudah reda dan kita hanya berhadapan dengan pikiran sendiri. Kita mencoba menghibur diri dengan mengatakan bahwa setiap orang punya waktunya masing-masing, tetapi tetap saja ada rasa cemas yang tertinggal.
Di titik inilah kita perlu mengingat satu hal penting: bertumbuh itu tidak selalu cepat, dan itu wajar. Tidak semua proses harus dipercepat, dan tidak semua keterlambatan adalah kegagalan.
baca juga: Hidup Tidak Sesuai Rencana? Ini Cara Berdamai dengan Diri Sendiri
Tekanan untuk Bertumbuh Cepat
Tanpa kita sadari, dunia mendorong kita untuk terus bergerak cepat. Ukuran keberhasilan sering kali dibuat seragam: pencapaian di usia tertentu, kemajuan yang harus terlihat, hasil yang bisa dibanggakan.
Media sosial memperkuat tekanan ini. Kita melihat orang-orang yang tampak “sudah sampai”, lalu tanpa sadar membandingkan hidup kita dengan potongan terbaik hidup orang lain. Dari sinilah muncul perasaan tidak cukup, seolah-olah bertumbuh dengan pelan adalah sebuah kesalahan.
Padahal, hidup bukan perlombaan. Tidak ada garis finis yang sama untuk semua orang.
baca juga: Banyak Gagal Bukan Berarti Buruk: Pelajaran Hidup yang Saya Rasakan
Bertumbuh Pelan-Pelan Bukan Tanda Kegagalan
Sering kali, kita menyamakan pertumbuhan yang lambat dengan ketertinggalan. Padahal, bertumbuh pelan-pelan bisa berarti banyak hal:
- • Kita sedang belajar memahami diri sendiri
- • Kita sedang memulihkan luka yang tidak terlihat
- • Kita sedang membangun fondasi yang lebih kuat
- • Kita sedang belajar dari kegagalan sebelumnya
Seperti yang dibahas dalam artikel [Banyak Gagal Bukan Berarti Buruk: Pelajaran Hidup yang Saya Rasakan], kegagalan sering membuat langkah kita melambat. Namun justru dalam kelambatan itulah, kita belajar lebih dalam dan jujur terhadap diri sendiri.
Setiap Orang Bertumbuh dengan Ritmenya Sendiri
Tidak ada dua kehidupan yang benar-benar sama. Latar belakang, pengalaman, luka, dan harapan setiap orang berbeda. Maka tidak adil jika kita memaksakan satu standar pertumbuhan untuk semua.
Ada orang yang terlihat cepat berhasil, tetapi masih berjuang dengan dirinya sendiri. Ada pula yang tampak biasa saja dari luar, tetapi sedang membangun ketenangan batin yang luar biasa.
Bertumbuh bukan hanya tentang apa yang terlihat oleh orang lain, tetapi juga tentang apa yang berubah di dalam diri kita—cara berpikir, cara merespons hidup, dan cara memperlakukan diri sendiri.
Mengapa Kita Perlu Menghargai Proses?
1. Proses Mengajarkan Kesabaran
Hal-hal yang tumbuh perlahan biasanya lebih kuat akarnya. Kesabaran yang terbentuk dalam proses panjang membantu kita menghadapi hidup dengan lebih tenang.
2. Proses Membantu Kita Lebih Mengenal Diri
Dalam kecepatan, kita jarang berhenti untuk bertanya apa yang sebenarnya kita butuhkan. Proses yang pelan memberi ruang untuk refleksi dan pemahaman diri.
3. Proses Melindungi Kita dari Luka yang Terburu-buru
Banyak orang “sampai” lebih cepat, tetapi belum siap secara mental. Akibatnya, mereka mudah lelah, hampa, atau kehilangan arah. Bertumbuh dengan ritme sendiri membantu kita lebih siap menerima apa pun yang datang.
Ketika Melihat Orang Lain Lebih Dulu Sampai
Tidak bisa dipungkiri, ada saat-saat ketika melihat orang lain melangkah lebih jauh membuat hati terasa berat. Perasaan itu manusiawi. Namun, yang perlu kita jaga adalah apa yang kita lakukan setelah perasaan itu muncul.
Alih-alih terus membandingkan diri, mungkin kita bisa bertanya:
- • Apa yang sebenarnya sedang aku pelajari saat ini?
- • Hal apa dalam diriku yang perlahan berubah menjadi lebih baik?
- • Apa yang dulu sulit, tetapi sekarang mulai bisa kuhadapi?
Pertanyaan-pertanyaan ini membantu kita kembali ke perjalanan sendiri, bukan terseret ke perjalanan orang lain.
Bertumbuh Juga Tentang Berdamai
Dalam artikel pertama tentang [berdamai dengan diri sendiri saat hidup tidak sesuai rencana], kita belajar bahwa penerimaan adalah bagian penting dari pertumbuhan. Bertumbuh tidak selalu berarti menambah sesuatu, tetapi kadang berarti melepaskan.
Melepaskan:
- • Tuntutan untuk selalu cepat
- • Ekspektasi yang tidak realistis
- • Rasa bersalah karena belum sampai
Berdamai dengan diri sendiri membuat proses bertumbuh terasa lebih ringan. Kita tidak lagi berjalan sambil memarahi diri sendiri, melainkan sambil belajar dan memahami.
Proses yang Tidak Terlihat Tetap Bernilai
Tidak semua pertumbuhan bisa dilihat dari luar. Ada pertumbuhan yang terjadi dalam diam:
- • Ketika kita belajar berkata tidak
- • Ketika kita berhenti memaksakan diri
- • Ketika kita memilih istirahat daripada terus mengejar
- • Ketika kita lebih jujur pada perasaan sendiri
Hal-hal ini mungkin tidak terlihat seperti pencapaian besar, tetapi dampaknya sangat nyata bagi kesehatan mental dan kualitas hidup.
Bertumbuh Lewat Tulisan
Menulis adalah salah satu cara paling jujur untuk menyadari bahwa kita sedang bertumbuh, meski perlahan. Dalam tulisan, kita bisa melihat perubahan cara berpikir, sudut pandang yang lebih luas, dan emosi yang lebih tertata.
Melalui menulis, kita tidak hanya mencatat perjalanan, tetapi juga memahaminya. Bertumbuh Lewat Tulisan bukan sekadar rangkaian kata, melainkan proses mengenali diri sendiri secara utuh—dengan segala kelebihan dan keterbatasan.
Jika Saat Ini Kamu Merasa Lambat
Jika hari ini kamu merasa langkahmu terlalu pelan, mungkin kamu perlu mendengar ini:
kamu tidak rusak, kamu tidak gagal, dan kamu tidak tertinggal sejauh yang kamu kira.
Kamu sedang berjalan dengan ritmemu sendiri. Kamu sedang belajar hal-hal yang mungkin tidak dipelajari orang lain. Dan itu tidak apa-apa.
Tidak semua perjalanan harus cepat untuk bisa bermakna.
Bertumbuh itu tidak selalu cepat, dan itu wajar. Dunia boleh terus berlari, tetapi kita berhak berjalan sesuai kemampuan dan kesiapan diri sendiri.
Selama kita masih mau belajar, merefleksikan, dan memahami diri, maka kita tetap bertumbuh—meski pelan. Dan sering kali, pertumbuhan yang paling berarti justru terjadi dalam keheningan dan kesabaran.
Semoga tulisan ini bisa menjadi pengingat lembut bahwa prosesmu sah, langkahmu cukup, dan perjalananmu layak dihargai.
Bertumbuh tidak selalu cepat. Artikel reflektif tentang proses hidup, penerimaan diri, dan pengembangan diri tanpa tekanan.
proses bertumbuh diri, bertumbuh pelan-pelan, self improvement, pengembangan diri, refleksi kehidupan, proses hidup, berdamai dengan diri sendiri, rosniajeh, rosniajeh blog, rosniajeh.web.id, tulisan rosniajeh, blog rosniajeh inspirasi, blog inspiratif bahasa Indonesia, blog pengembangan diri, blog motivasi kehidupan, blog edukasi dan opini, blog penulis Indonesia, blog pribadi berkualitas, artikel pengembangan diri, tulisan refleksi kehidupan, tips pengembangan diri sehari-hari, motivasi hidup sederhana, cara menjadi pribadi lebih baik, refleksi diri dan kehidupan, belajar dari pengalaman hidup, tulisan inspiratif untuk semua usia, artikel edukatif ringan, cerita kehidupan bermakna, cara meningkatkan kualitas diri secara konsisten, motivasi hidup saat merasa lelah, pelajaran hidup dari pengalaman pribadi, cara berpikir positif di tengah masalah, arti hidup sederhana namun bermakna, bagaimana menemukan tujuan hidup, tips mengembangkan diri tanpa tekanan, tulisan refleksi untuk menenangkan pikiran,




0 Komentar